Beranda > Beranda, Cerita Motivasi, Organisasi, Tips dan Trik > Pertanyaan dan Jawaban tes wawancara tentang kemampuan manajerial

Pertanyaan dan Jawaban tes wawancara tentang kemampuan manajerial

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang mungkin akan di ajukan oleh para penanya saat Anda mengikuti tes wawancara ketika melamar pekerjaan pada posisi manager. Contoh-contoh ini hanyalah gambaran umum dari pertanyaan yang sering di ajukan dan bukanlah standar baku dari sesi wawancara. Oleh karena itu, Anda jangan hanya terpaku pada contoh-contoh berikut ini karena hal berikut ini hanyalah gambaran dari keadaan yang sebenarnya. Setidaknya dengan mengetahui contoh-contoh di bawah ini Anda telah memiliki bekal untuk menghadapi para penanya.

Berikut ini 10 pertanyaan yg sering ditanyakan pada saat tes wawancara kerja untuk posisi Manager.

1. Jika Anda saya tempatkan sebagai manajer departemen, maka berdasarkan pengalaman Anda, bagaimana cara membangun hubungan saling pengertian dengan para staf?

Saya akan coba ketahui lebih banyak lagi tentang setiap orang yang ada, dalam urusan profesional dan juga pribadi. Setiap staf tentunya adalah individu yang unik sehingga tidak bisa begitu saja dievaluasi mentah-mentah berdasarkan ukuran atau standar baku tertentu. Ini adalah permasalahan dan tantangan dari setiap manajer. Yang jelas, saya akan memulainya dengan banyak mendengarkan alih-alih banyak berbicara.

2. Menurut Anda, manajer yang bagus itu seperti apa?

Manajer yang ideal adalah mereka yang mendedikasikan dirinya pada sasaran perusahaan namun juga miliki kepedulian yang besar pada orang-orang yang dipimpinnya. Memanage orang secara efektif bukanlah pekerjaan mudah, namun imbalan yang didapat ketika berhasil menolong para bawahan untuk mencapai sasaran perusahaan adalah sangat besar.

Secara mendasar, pihak manajemen perlu mangetahui tabiat dari manusia dengan keunikan masing-masing untuk bisa memotivasi SDM perusahaan secara optimal. Tidak hanya itu, manajer yang baik juga akan menciptakan sistem sehingga departemen yang dimpimpinnya akan terus bisa bekerja dengan baik ketika manajer yang bersangkutan tak ada di sana.

3. Hingga sampai saat ini, bagaimana anggapan bawahan yang pernah Anda pimpin terhadap diri Anda?

Orang-orang yang pernah bekerja dengan saya bilang klo saya ini orangnya fair dan punya pendekatan yang berimbang dalam memimpin, antara fokus pada kepentingan bisnis dan sisi humanis di sisi yang lain. Mereka tahu bahwa saya tak akan mengambil keputusan gegabah yang akan disesali nantinya. Dan bekerja dengan saya artinya bakal menang dengan upaya 110 persen dari setiap orang yang ada. Tuntutan dan standar saya tinggi, tapi mereka bisa menerima dan bahkan menyukainya.

4. Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan staf dan atasan Anda?

Dalam banyak kasus, seorang manajer harus mengembangkan gaya komunikasi yang empatik dan konsisten sehingga bawahan bisa paham dan tak salah persepsi. Saya mengutamakan asertivitas dalam berkomunikasi dengan para staf. Setiap manajer perlu mengetahui keunikan karakter tiap bawahan dan juga atasan sehingga kemudian bisa menyesuaikan diri dengannya. Ada beberapa yang bisa didekati dengan gaya yang gaul dan blak-blakan, tapi ada juga yang hanya bisa didekati dengan gaya yang formal. Manajer yang efektif tahu bagaimana membaca orang lain dan berkomunikasi dengan gaya yang tepat.

Yang jelas, kemampuan komunikasi tidak hanya didapat dengan mendengar dengan telinga, namun juga dengan hati. Ini adalah cara yang paling ampuh untuk menghindari misunderstanding. Berdasarkan pengalaman, memang butuh tenaga dan waktu lebih, tapi hasil yang saya dapat hingga saat ini amatlah worth it, lah. Kalau dalam NLP ini disebut “pacing”, yakni untuk ‘nyambung’ dulu dengan orang lain sebelum kita bisa mengarahkannya.

Saya sadar sepenuhnya bahwa atmosfer sukses di perusahaan amat bergantung pada pengkomunikasi arahan dan sasaran perusahaan secara jelas, yang diimbangi dengan mendengar umpan balik dengan telinga dan hati. Jadi memperkuat komunikasi yang efektif masuk dalam prioritas utama saya sebagai manajer.

5. Apa yang Anda lakukan terhadap karyawan yang tidak perform dengan baik?

Pertama-tama, saya akan pastikan segala aturan dan prosedur perusahaan, serta seluruh perundangan terkait situasi ini sudah saya jalankan dengan baik. Setiap karyawan berhak mendapatkan kesempatan untuk melakukan perbaikan dengan setidaknya satu buah peringatan jika perlu. Saya akan menangani sendiri dan memberi peringatan tertulis dengan tenggat waktu, lengkap dengan arahan perbaikan yang bisa ditempuh. Setelah itu saya akan amati yang bersangkutan dengan baik serta tak lupa memberi dia penghargaan jika dia memang menunjukkan upaya serius untuk lakukan perbaikan diri. 

Tapi jika kemudian pengarahan dan peringatan tidak bisa membawa hasil, saya tak akan segan untuk memberhentikan yang bersangkutan. Memang memecat karyawan bisa jadi adalah hal terberat bagi seorang manajer, ada perasaan iba, kasihan dan tak tega. Tapi bagaimanapun seorang manajer juga punya kewajiban untuk melindungi kepentingan perusahaan. Dan kemudian, saya akan pastikan keputusan saya terdokumentasikan dengan baik dan juga alasan-alasan pemberhentian dari karyawan bersangkutan.

6. Tindakan apa yang Anda lakukan ketika menghadapi masalah?

Sebelum bertindak, saya berpikir. Saya coba untuk ambil jarak dari permasalahan sehingga saya bisa memandang masalahnya dengan lebih obyektif untuk kemudian menganalisanya dari semua sisi. Terkadang saya bahkan menuliskannya di papan atau kertas untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas.

Ketika saya sudah ada draft keputusan, maka akan saya datangi mereka yang sekiranya terpengaruh oleh keputusan saya itu nantinya. Saya akan minta masukan dari mereka, melakukan revisi seperlunya, dan kemudian mengajak mereka turut mengimplementasikan rencana yang telah disepakati bersama.

7. Setelah Anda membuat keputusan, apakah Anda tetap konsisten pada keputusan itu?

Biasanya sih iya, karena sampai saat ini model problem solving dan pengambilan keputusan saya terbukti efektif. Tapi bagaimanapun saya punya fleksibilitas. Ketika apa yang sudah diputuskan ternyata tidak mendatangkan hasil yang diharapkan, saya membuat modifikasi. Terkadang modifikasi yang kecil sudah cukup untuk hasilkan perbedaan yang besar.

8. Apakah staf Anda sering curhat permasalahan peribadi mereka pada Anda?

Para staf saya tahu bahwa pintu saya terlalu terbuka, tapi mereka juga tahu bahwa prioritas pertama saya adalah membuat pekerjaan selesai tepat pada waktunya. Mereka memang pernah datang ke saya dengan permasalahan pribadi, tapi hanya ketika permasalahan mereka itu ada hubungannya atau sekiranya bakal punya pengaruh pada urusan kerja. Saya selalu menunjukkan simpati, tapi nasihat dan solusi yang saya sampaikan selalu saya lontarkan dengan tetap memikirkan kepentingan perusahaan.

9. Apakah Anda menjalankan departemen secara “by the book”?

Di banyak perusahaan, gaya manajemennya amat tergantung pada budaya dan filosofi perusahaan. Jika filosofi tersebut sampai bisa memberi arahan interpretasi aturan dan prosedur secara eksplisit dan jelas, maka saya ya mematuhinya. Tapi ada banyak situasi yang itu tidak tergambar di buku panduan. Dalam situasi itu, penilaian saya amat bergantung pada kondisi yang terjadi dan juga misi departemen. Tujuan utamanya adalah membuat pekerjaan selesai dengan orang-orang yang memiliki inisiatif dan energi. Dan untuk itu semua, tidak selalu kita bisa menemukannya di panduan kebijakan perusahaan.

10 .Seberapa bagus sih Anda bisa memanage orang?

Saya punya pengalaman manajerial yang baik dengan orang-orang yang saya pimpin. Saya mampu mengkomunikasikan sasaran perusahaan dan memotivasi staf saya untuk mencapainya. Untuk itu, saya membawa para bawahan saya untuk melampaui batas-batas pribadi mereka. Saya sangat senang mengetahui orang-orang yang dulu saya bimbing telah dipromosikan dan mendapatkan tanggung jawab lebih di departemen lain. Ini adalah peninggalan pribadi saya, dan saya bangga karenanya.

About these ads
  1. 24/08 pukul 10:19

    klo pertanyaan2 seputar bidang kompetensi Komputer, biasanya apa2 sja yang ditanyakan le? makasih

    • 25/08 pukul 11:52

      tergantung yg di lamar low apa dl? infrastruktur? programmer?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: