Beranda > Berita Teknologi > Ide Segar Bisnis Startup Terbaik

Ide Segar Bisnis Startup Terbaik

Meski awal tahun 2012 telah terlewati, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru, termasuk memulai bisnis baru.

Namun, salah satu “penyakit” yang seringkali menghampiri dan menghalangi calon pebisnis untuk maju adalah mencari ide-ide bisnis yang menjanjikan. Ide-ide segar yang belum banyak dijamah orang tetapi cukup prospektif untuk digemari memang cukup sulit dicari.

Nah, sebagai langkah awal, tak ada salahnya jika kita mengintip ide 10 peraih gelar “The Best New Startups 2011” versi BusinessInsider.com yang sedang naik daun di Amerika.

Bukan tidak mungkin kalau ide-ide itu dioprek sesuai kondisi pasar Indonesia akan melejit lebih dahsyat dari ide orisinalnya.

Zaarly

www.zaarly.com
Ada yang bisa membantu bersih-bersih kebun hari ini? Membuat video sore ini? Atau, ada yang dapat menyediakan es krim rasa stroberi dalam waktu 5 menit? Hei, siapa tahu tetangga Anda  punya persediaan di lemari esnya.
Tiga sahabat Bo Fishback, Eric Koester, dan Ian Hunter jeli menangkap kebutuhan semacam itu dengan mendirikan startup bernama Zaarly.

Idenya sederhana, yakni menyediakanmarketplace untuk  melayani berbagai kebutuhan seketika (real time) dalam satu komunitas lokal. Penyedia dan pengguna jasa boleh jadi tetangga Anda.
Startup yang melejit lewat ajang LA Startup Weekend ini memperoleh dana awal sebesar US$1 juta dari aktor Ashton Kutcher, disusul Kleiner Perkins yang berinvestasi  US$14 juta. CEO HP, Meg Whitman, dikabarkan bergabung di jajaran para direksi Zaarly.

General Assembly

http://generalassemb.ly
Ketika lembaga pendidikan ramai-ramai meng-online-kan diri, mengonversi materi kuliah menjadi e-book, General Assembly (GA) menawarkan konsep sebaliknya.

GA justru membuka kampus seluas hampir 2000 meter persegi, lengkap dengan berbagai fasilitas belajar, kerja, dan kolaborasi. Namun dengan konsep belajar yang berbeda dari kampus biasa.

Memfokuskan diri pada pendidikan di bidang teknologi, desain, dan kewirausahaan, GA adalah upaya membentuk satu komunitas yang dapat menjadi tempat belajar bagi wirausahawan. Di sini, “mahasiswa” diajak berkolaborasi dan berinovasi dengan metode learning by doing.
Setelah mendirikan kampus pertama di kawasan Manhattan, New York, empat sahabat pendiri GA—Jake Schwartz (CEO), Matthew Brimer, Brad Hargreaves, dan Adam Pritzker—akan membuka kampus di Clerkenwell, London, Inggris.

GA memperoleh dana sebesar US$4,25 juta dari Yuri Milner, pendiri Mail.ru Group dan investor di balik sukses Facebook, Zynga, dan Groupon.

Giftly

www.giftly.com
Kegemaran orang berkirim hadiah masih menjadi sumber inspirasi favorit para pebisnisstartup. Namun, Tim Bentley (CEO Giftly) mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda dari inspirasi tersebut.

Idenya terbilang sederhana: mempermudah orang membeli/mengirimkan gift card untuk pembelian barang/layanan di mana saja.
Pembeli/pengirim (virtual) gift card, disebut the Gifter, akan mengirimkan hadiah dengan nilai tertentu ke penerima (the Recipient) via e-mail atau dinding Facebook.

Ketika Recipient membuka gift card di toko/restoran/layanan yang dituju (bahkan di mana saja), Giftly akan meng-unlock gift money dan mengirimkan uang pengganti pembelian ke Recipient melalui kartu kredit atau akun bank.
Giftly tidak terikat merchant mana pun dan dapat ditukarkan di mana saja. Tidak diperlukan teknologi canggih untuk menguangkan gift card, kecuali feature identifikasi lokasi pada ponsel penerima hadiah.

GetAround

www.getaround.com
Usaha rental mobil? Ah, itu sih banyak. Nah, bagaimana kalau Anda kumpulkan pemilik dan penyewa mobil di satu marketplace dengan memanfaatkan teknologi ponsel pintar? Inilah ide segar yang dilontarkan Elliot Kroo dan Jessica Scorpio lewat jasa GetAround.
Idenya sederhana: menghadirkan layanan persewaan mobil. Namun, menjadi istimewa karena Elliot dan Jessica memanfaatkan kekuatan komunitas dan teknologi mobile untuk mewujudkan ide tersebut. Oleh karena itu, GetAround mengistilahkan layanannya sebagai peer-to-peer car sharing atau social car sharing service.
Selain menawarkan cara mudah dan aman mencari mobil sewaan dari pihak yang terpercaya, GetAround membuka peluang untuk membisniskan kendaraan yang tidak/jarang dipakai.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kedua belah pihak, perusahaan startup yang telah diganjar berbagai penghargaan ini juga melengkapi layanannya dengan asuransi, GetAround Carkit, dan aplikasi iPhone.
Membekal dana sebesar US$3,4 juta dari Marc Randolph (pendiri Netflix) dan Vivi Nevo (pemegang saham terbesar Time Warner), GetAround memang bukan rental mobil biasa.

Skillshare

www.skillshare.com
Setelah memenangi World Series of Poker 2010, Michael Karnjanaprakorn kerap diminta mengajarkan cara bermain poker. Sebagai pemain poker profesional, Michael pun tak keberatan membuka kelas khusus poker.

Dari pengalaman itu, terbersit ide cerdas di benak anak muda asal New York ini. Bersama Malcolm Ong, Michael mendirikan bisnis startup Skillshare dengan dukungan dana sebesar US$3,1 juta dari Union Square Ventures dan Spark Capital.
Skillshare bukan lembaga pendidikan, melainkan marketplace yang mempertemukan guru dan murid. Anda dapat menggali ilmu sekelas fotografi,programming aplikasi, atau kewirausahaan. Namun belajar membuat dan mengolah makanan bayi pun dapat Anda temui di antara berbagai pilihan kelas yang ada di Skillshare.
Marketplace pendidikan ini juga membuka kesempatan pada siapa pun untuk mengajar, bahkan menyediakan resources dan pelatihan gratis untuk meningkatkan kemampuan mengajar.

Simple

Simple.com
Gerah dengan sistem keuangan (baca: perbankan) yang dianggap kurang bersahabat dengan nasabah, Alex Payne, Josh Reich, dan Shamir Karkal memperkenalkan Simple.

Menurut Payne, salah satu karyawan pertama Twitter, kebanyakan nasabah memiliki cerita buruk dengan bank, misalnya potongan biaya bank yang tak terduga.
Meski bukan bank, Simple memfokuskan diri pada pengalaman nasabah dalam bertransaksi. Caranya adalah dengan mengombinasikan teknologi canggih dan desain user interface (UI) nan mumpuni. Sementara di sisi layanan, Simple menawarkan layanan perbankan pada umumnya, tapi dengan cara penyajian yang lebih baik.
Feature Safe to Spend, misalnya, adalah cara baru membaca saldo akhir. Feature ini membantu nasabah menghitung pengeluaran yang tidak akan membuat saldo minus di akhir bulan.

BetterWorks

www.betterworks.com
Mengurus tunjangan karyawan bukan hal mudah, apalagi untuk perusahaan skala kecil danstartup. Selain membutuhkan tenaga khusus untuk melakukannya, urusan tunjangan ini bisa jadi tidak memuaskan karyawan. Paige Craig dan Sizhao Yang memiliki solusi cerdas: BetterWorks Perks Platform.
Selain memudahkan pengelolaan tunjangan, BetterWorks memampukan perusahan kecil memberi tunjangan ala enterprise; menyenangkan hati karyawan dengan berbagai tunjangan yang disesuaikan kebutuhan mereka; dan membuka peluang pasar bagi vendor.

Tunjangan datang berupa potongan harga untuk berbagai layanan vendor yang sudah bermitra dengan BetterWorks.
Cara kerjanya begini. Perusahaan mendaftar ke BetterWorks dan menentukan berapa besar tunjangan yang akan mereka berikan pada karyawan, misal US$27  per bulan. Kemudian, karyawan dapat menikmati tunjangannya dengan mengakses ke web dan membayar dengan kartu kredit atau tunai, sesuai jatah yang disediakan perusahaan.

SoJo Studios

www.sojostudios.com
Game selalu mendapat tempat di hati manusia. Siapa sih yang tidak mau senang-senang? Namun SoJo Studios menambah sedikit “bumbu” dalam game Facebook bernama We Topia.

Kalau game pada umumnya menghadiahkan nilai (point) kepada para pemainnya, We Topia memberikan “Joy”. Makin banyak “Joy” terkumpul, makin terbuka peluang bagi game playeruntuk berdonasi di berbagai proyek kemanusiaan untuk anak-anak.
We Topia adalah permainan gratis. Pemain tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk bermain atau menyumbang. We Topia hanya memintaplayer memilih proyek kemanusiaan yang ingin didukungnya, entah itu bantuan buku, makan gratis, atau layanan kesehatan.

Lantas, dari mana SoJo memperoleh dana untuk disumbangkan? Dari pengiklan, sponsor, dan player yang membeli virtual goods We Topia. In We Topia, you don’t just play, you Play for Good!

Warby Parker

www.warbyparker.com
Gemas dengan harga kacamata yang mahal, empat alumni Wharton School Philadelphia: David Gilboa, Neil Blumenthal, Andrew Hunt, dan Jeffrey Raider, merilis Warby Parker.

Apa yang melejitkan nama Warby Parket ke jagat bisnis toko online, bahkan offline ini? Banyak, di antaranya berbagai pilihan model kacamata stylish dan berkualitas, harga sangat terjangkau, user experience, dan misi sosial Buy a Pair, Give a Pair.
Model bisnisnya sederhana. Pelanggan membeli kacamata dengan harga US$95. Lalu, Warby Parker akan mengirimkan sepasang kacamata kepada organisasi yang membantu pengadaan kacamata gratis untuk orang yang membutuhkan.

Dalam waktu satu bulan sejak diluncurkan, perusahaan startup yang didukung suntikan modal US$13,5 juta ini berhasil menjaring sekitar 20 ribu pelanggan dan mendonasikan lebih dari 100 ribu pasang kacamata.

Kogeto

Kogeto.com
Ada gula ada semut. Kalau iPhone adalah gulanya, Kogeto Dot boleh dikategorikan salah satu “semut” yang merubungnya.
Tren iPhone rupanya jeli ditangkap pemilik Kogeto, Jeff Glasse dan David Sosnow. Mereka menawarkan sebuah kamera video mungil yang dapat merekam gambar panoramic seluas 360 derajat tanpa proses editing dan “menjahitnya” frame demi frame dengan aplikasi pengolah video.

Lensa iConic berbasis catadioptric optical system ini bekerja berpasangan dengan kamera HD pada iPhone 4/4S
Kogeto tak melupakan tren berbagi di jejaring sosial. Glasse dan Sosnow menambahkan aplikasi Looker agar pengguna dapat membagi video yang direkam Dot melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Dotspots (kogeto.com).

Untuk membiayai proyek Dot ini, Kogeto mendapat dana sebesar US$120.514 dari 1031 pendukungnya di situs layanan crowd-funding Kickstarter.com.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: