Beranda > Beranda, Renungan > Hubungan yang Menyedihkan

Hubungan yang Menyedihkan

Ibrani 10:24 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”

Ada tiga macam hubungan dalam kehidupan bersama, yaitu :

  1. Hubungan yang bersifat negatif (saling menyerang dan saling menjatuhkan),
  2. Hubungan yang tidak saling mempedulikan,
  3. Hubungan yang bersifat positif (saling membangun dan saling mensukseskan).

Allah menghendaki agar orang-orang beriman memiliki hubungan yang bersifat positif, tetapi dosa membuat banyak hubungan menjadi bersifat negatif.

Perkembangan yang umum terjadi di kota besar adalah bahwa kesulitan hidup membuat banyak orang menjadi bersifat individualistis dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain, dan selanjutnya berkembang terus menjadi bersikap negatif terhadap orang lain.

Alkitab menggambarkan kakak beradik yang bertengkar karena berbagai alasan.

  • Yakub berusaha mencuri berkat Esau untuk dirinya sendiri (Kej. 27).
  • Absalon membenci Amnon karena ia memperkosa saudara perempuan Absalom (II Sam. 13).
  • Salomo menyuruh orang menghukum mati Adonia sebab ia mencurigai bahwa Adonia menginginkan takhtanya (I Raj. 2:19-25). (jaman skarang perebutan jabatan & harta)
  • Ketika Yoram menjadi raja, ia membunuh semua saudaranya agar mereka takkan pernah menjadi ancaman bagi dirinya (II Taw. 21:4).

Kadang-kadang orang tua menimbulkan persaingan antara saudara kandung. Hal ini dapat dikatakan tentang Ishak dan Ribka. Alkitab menyatakan bahwa “Ishak sayang kepada Esau … tetapi Ribka sayang kepada Yakub” (Kej. 25:28). Ketika Ishak ingin memberkati Esau, Ribka membantu Yakub untuk memperoleh berkat itu bagi dirinya. Esau menjadi marah sekali dan mengancam akan membunuh Yakub, yang melarikan diri ke negeri yang jauh (Kej. 27:41-28:5). Diperlukan masa satu generasi untuk mempersatukan keluarga mereka kembali.

Biasanya perlakuan ortu thp anaknya akan di tiru oleh anaknya. Contoh di alkitab adalah Yakub. Ia juga lebih menyayangi salah seorang anak laki-lakinya, serta menghormati Yusuf lebih dari anak-anak yang lain. Hal ini membuat saudara-saudaranya begitu marah sehingga mereka bersekongkol untuk membunuh anak kesayangan ayah mereka. (Kej. 37:4).

Allah menghendaki agar anak-anak-Nya bukan hanya tidak berbuat jahat, melainkan secara aktif berbuat baik (bersikap positif) terhadap sesama. Sikap positif terhadap sesama ini hanya bisa kita kembangkan bila kita memandang melakukan kehendak Allah sebagai nilai hidup yang lebih penting daripada kekayaan, kekuasaan, kesenangan, dan kepopuleran!

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: