Beranda > Adat Batak, Beranda, Sosial > 7 Falsafah Hidup Orang Batak

7 Falsafah Hidup Orang Batak

7 falsafah hidup orang batak

Setiap suku yg ada di Indonesia ini pasti memiliki falsafah atau pedoman hidup yg di anut di masing2 suku. karena saya adalah generasi muda Batak, maka yg saya bahas kali ini adalah falsafah hidup orang Batak.

Falsafah adalah sebuah cara yang di gunakan untuk mengatur tata kehidupan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara agar memiliki pandangan hidup dan pedoman hidup yang memiliki aturan kebijaksanaan yang jelas dan tegas supaya dapat mencapai cita-cita bersama dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

7 Falsafah hidup orang Batak berikut ini di kutip dari Buku yg berjidul “Orang Batak Kasar? Membangun Citra dan Karakter” karangan Djapiter Tinambunan. mari kita simak bersama ke 7 falsafah hidup orang Batak tersebut berikut ini:

1.      MARDEBATA = PUNYA TUHAN

Mardebata kira-kira mempunyai arti mempunyai Tuhan. Orang Batak sangat taat dan bertakwa kepada Debata Mulajadi Nabolon atau Ompu Mulajadi Nabolon (sebutan Tuhan oleh orang Batak). Sebelum agama masuk ke tanah Batak Debata Mulajadi Nabolon diyakini sebagai penguasa Banua Ginjang (Surga). Dialah awal dan akhir yang menciptakan segala isi semesta. Oleh karena itu, orang Batak selalu memperlihatkan hubungan yang dalam kepada Sang Maha Pencipta (Debata Mulajadi Nabolon).

2.      MARPINOMPAR = PUNYA KETURUNAN

Marpinompar mempunyai arti berketurunan. Setiap orang Batak menghendaki adanya keturunan sebagai generasi penerus, khususnya anak laki-laki, agar silsilahnya tidak terputus atau hilang.

3.      MARTUTUR = PUNYA KEKERABATAN

mempunyai kekerabatan atau keluarga. Orang batak harus faham posisinya dalam silsilah marganya. Martutur (saling memberitahukan marga dan urutan generasi keberapa dalam susunan kekerabatan marga). Orang Batak diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu marga.

4.      MARADAT = PUNYA ADAT

Maradat mempunyai arti kira-kira mempunyai adat. Hal ini erat kaitannya nanti dengan kekerabatan (Partuturan). Orang Batak sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya dimana pun mereka berada, sekalipun jauh berada di perantauan. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkumpulan suatu marga tertentu di daerah tertentu. Inilah yang menjadikan orang Batak ketika berada di suatu perantauan sangat solid dan akrab. Lebih jauh lagi, prinsip kekerabatan orang Batak berdasarkan Dalihan Natolu. Mengenai Dalihan Natolu akan saya jelaskan di kemudian hari. Dengan prinsip ini orang Batak paham mengenai posisinya di suatu acara adat, generasi ke berapa dalam silsilah marga, dan bertindak sebagai apa, dan sebagainya. Martutur (saling memberitahukan marga dan urutan generasi ke berapa dalam silsilah marga) sudah sejak dini diajarkan orang tua kepada anak-anaknya.

5.      MARPANGKIRIMON = PUNYA HARAPAN / CITA-CITA

Marpangkirimon mempunyai arti kira-kira berpengharapan. Setiap orang Batak punya harapan atau cita-cita hidup. Ada tiga harapan atau cita-cita hidup orang Batak yang akan diusahakan oleh setiap orang Batak selama hidupnya, yaitu: Hagabeon (berketurunan laki-laki dan perempuan), Hasangapon (terpandang dan dihormati dalam masyarakat), dan Hamoraon (kejayaan). Mengenai  3 harapan dan cita-cita orang Batak ini akan saya jelaskan di kemudian hari.

6.      MARPATIK = PUNYA ATURAN

Marpatik mempunyai arti Aturan dan Perundang-undangan. Adat Batak sering dikategorikan patik dohot uhum (aturan dan hukum). Patik adalah wujud dari suatu aturan yang baku bagi orang Batak. ‘Patik dohot uhum’ ini yang menjadi pagar menjaga hubungan kekrabatan dan kekeluargaan dan tatanan yang berlaku di suatu daerah. Dahulu hukum ditetapkan bersama oleh raja-raja kampung dan dapat diubah sesuai dengan kesepakatan raja-raja tersebut. Adapun tujuannya adalah unutk menegakkan kebenaran dan keadilan.

7.      MARUHUM = PUNYA HUKUM

Mempunyai hukum undang-undang yang baku ditetapkan oleh raja huta(raja kampung) berdasarkan musyawarah  yang harus dihormati dan dituruti oleh semua pihak. Hal ini dikuatkan dengan umpasa dibawah ini:

Tungko naso boi butbuton,
gadu-gadu naso boi sosa,
Uhum naso boi muba,
patik naso boi mose

 

Iklan
  1. 15/11 pukul 03:44

    Disini kami punya abang yang dituakan dia orang batak, beliau pembawa persatuan orang orang Indonesia yang ada di Rotterdam

    • 17/11 pukul 10:54

      mantap itu, titip salam sama beliau.. 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: