Arsip

Posts Tagged ‘situmorang’

Asal Usul Kelahiran Sinaga

Hariara Maranak Situs bersejarah Pomparan Raja Lontung

Hariara Maranak, Situs bersejarah Pomparan Raja Lontung

Sianjur Mula-Mula adalah kampung dari Saribu Raja dengan ketiga saudara lelakinya yakni Limbong  Mulana, Sagala Raja dan Silau Raja dengan kelima saudarinya yakin Boru Pareme,  Boru Bidding Laut, Nai Ambaton, Nai Suanon, Nai Rasaon.

Di dekat Sianjur Mula-mula itu ada tempat yang bernama Ulu Darat, dimana dipercaya saat itu sebagai hutan keramat. Mitos pusuk buhit menyebutkan bahwa dibawah tempat itulah posisi kepala dari Naga Padoha berada, yang dalam legenda dianggap sebagai penjaga Banua Tonga (Bumi). Ekornya ada di laut setelah di benamkan oleh Boru Deak Parujar (baca Legenda Boru Deak Parujar).

Di hutan inilah tempat persembunyian Saribu Raja dan Boru Pareme yang telah melakukan perkawinan sedarah. Begitulah juga Si Raja Lontung dengan istrinya (yang merupakan ibunya sendiri) Boru Pareme bersembunyi. Dalam bayangan intaian saudara-saudaranya yang menginginkan darah Si Raja Lontung dan Boru Pareme yang sedang hamil juga bersembunyi di daerah itu. Daerah kramat yang dipercaya tidak akan di masuki oleh saudara-saudaranya.

Tidak begitu jelas siapa yang menunjukkan tempat itu. Seorang bayi yang lahir di tempat yang dianggap sangat angker, tempat yang dianggap sebagai kepala tempat peristirahatan Naga Padoha. Dan kelahiran bayi itu dianggap sebagai anugrah luar biasa mengingat keramatnya tempat itu, sehingga Raja Lontung memberi nama anak yang baru lahir itu: SINAGA, karena lahir tepat diatas bagian kepala dari peristirahatan Naga Padoha penjaga Banua Tonga (Penjaga Bumi), dan kelahirannya sudah memecahnya Mitos keangkeran tempat istiraha dari Naga Padoha penjaga Banua Tonga.

Baca selanjutnya…

Adat Batak : Sebuah Perjalanan Panjang tentang Seni Kehidupan

Adat bukan hanya pakaian (ulos, Hiou, Uis Gara) atau tarian (Tortor, Landek) atau seromoni (pesta Kelahiran, perkawinan, Kematian dan lain-lain), hal-hal itu dan seperti itu adalah perlengkapan atau kelengkapan atau bisa kita sebut perangkat atau bagian dari adat itu sendiri.

Falsafat dan Filosofi kehidupan Masyarakat Batak

Adat sejatinya adalah seni/teknik dalam mengarungi kehidupan yang telah di sepakati oleh pendahulu kita, yang diwariskan/diturunkan untuk kita pelajari, ikuti ataupun di rubah sesai jika memang harus mengikuti perkembangan jaman, agar kita bisa bertahan, bersaing dan berhasil dalam mengarungi kehidupan yang dinamis ini, tetapi semangat dan Jati Diri Adat tadi tidaklah boleh hilang. Adat adalah desahan nafas. Jati diri kita adalah gambaran sejati adat yang kita ikuti.

Adat adalah seni/teknik kehidupan. Seni/teknik yang gagal tidak akan meninggalkan bekas atau musnah dan seni yang  berhasil akan bertahan dan dibanggakan oleh kaumnya, disegani dan diakui kaum lainnya. Kesuksesan Adat yang terkadang tampil sebagai hukum sosial yang mengikat dapat dilihat dari bagaimana posisi tawar dari kaum itu dalam lingkup pergaulan sosial.

Adat Batak adalah seni bertahan dan berjuang dalam segala aspek kehidupan orang batak, sehingga masyarakat Batak bisa bertahan dan eksis dalam kehidupan sampai hari ini.

Masyarakat yang bangga dengan marganya, bangga dengan kulturnya, bangga dengan tariannya, bangga dengan busana tradisional (yang terkenal kasar itu), bangga dengan bahasanya, karena Adat Batak itu benar-benar mampu membuat mereka yang memakainya mampu melangkah, berjuang, bertahan dan muncul ke permukaan.

Jauh dulu sebelum runtuhnya Kerajaan Batak, Fernand Mendez Pinto yang mengunjungi Pusat Kerajaan Batak yang di sebut Pananiu (Panaiu) tahun 1939,  yang menurut catatannya ada di sisi lain dari laut mediterania (Selat Malaka – Penulis).

Dia yang datang diundang oleh Raja Batak bernama Angeessery Timorraia (Anggi Sori Timoraya – penulis) yang sebelumnya telah mengutus iparnya bernama Aquareem Dabolay membawa sepucuk surat Raja Batak yang ditulis pada kulit pohon Palem, ke Malaka ditengah keresahan akan gempuran tentara Aceh yang merupakan perpanjangan Tangan Kekaisaran terbesar di dunia saat itu yaitu kesultanan Ottoman (Kesultanan Utsmaniyah – Turki saat ini), yang sudah merebut dua tempat Penting Kerajaan Batak yaitu Jacur (Nagur) dan Lingua (Lingga – Benteng Putri Hijau?).  Baca selanjutnya…

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Punguan Situmorang USA

ANGGARAN DASAR
DOHOT
ANGGARAN RUMAH TANGGA

PUNGUAN SITUMORANG SIPITU AMA BORU, BERE, DOHOT IBEBERE – USA