Archive

Posts Tagged ‘tablet’

INPONSEL Ditutup Untuk Sementara

InPonsel

Hari ini saya menerima email pemberitahuan bahwa situs Inponsel sementara di tutup karena ada masalah pada system mereka. penutupan situs tersebut akan berlangsung selama 10 hari kedepan.

Inponsel merupakan situs yang berisi informasi terbaru mengenai gadget baik itu ponsel pintar maupun tablet yang beredar di Indonesia. Inponsel juga memiliki aplikasi Android, Aplikasi ini memiliki layanan yang dapat memberikan informasi data ponsel pintar, tablet, dan konten terkait didalamnya.

Berikut isi lengkap email dari inponsel, Baca selanjutnya…

Aplikasi chatting untuk handphone dan tablet

1. WhatsApp

whatsapp

Saat BlackBerry Messenger (BBM) memiliki keterbatasan karena hadir di platform BlackBerry saja, WhatsApp mencoba mencuri perhatian pengguna smartphone.

WhatsApp dibesut oleh mantan punggawa Yahoo Brian Acton dan Jan Koum yang berbasis di California, Amerika Serikat.

Aplikasi ini secara umum berbayar, dimana pada awalnya pelanggan disuruh membeli lisensi dalam jangka waktu tertentu.

Secara keseluruhan, antara BBM dengan WhatsApp tidak jauh berbeda. Hanya bisa saling bertukar pesan, gambar, suara dan membuat grup chatting.

Karena fitur standarnya tapi bisa lintas smartphone, banyak pengguna yang beralih dari BBM ke WhatsApp.

Nah, bila BBM berbasis pin BlackBerry, maka WhatsApp ini berdasarkan nomor telepon yang didaftarkan.

Karena berbasis nomor ponsel inilah, tak sedikit yang mengeluhkan pengguna nomor tak dikenal yang tiba-tiba bisa mengirimkan pesan.

Group chat dibatasi hanya 30 nomor. Tapi, selain admin yang biasanya hanya pembuat grup, tidak ada yang bisa menambahkan nomor atau teman lainnya.

Kelebihan: WhatsApp terletak pada antarmuka dan fungsi yang standar. Sehingga siapapun bisa dengan mudah menggunakannya, termasuk kalangan pebisnis yang tak ingin layanan macam-macam.

Kekurangan: Fitur yang hanya standar di tengah persaingan memang relatif disukai atau tidak. Tapi yang agak mengganjal di pengguna WhatsApp terkadang harus membayar untuk jangka waktu tertentu.

Platform: Android, iOS, BlackBerry, Symbian, S40, BlackBerry OS, BlackBerry 10 dan Windows Phone.

2. Line

Line

Menurut cerita, awal dibuatnya aplikasi instant messaging Line untuk ‘menolong’ pria yang tak bisa mengungkapkan kata-kata kepada wanita.

Sehingga jadilah Line terkenal tak hanya sebagai penyampai pesan kata, namun juga sticker — semacam animasi yang lucu-lucu. Jadi, kebanyakan pengguna Line lebih sering bertukar sticker ketimbang kata.

Sticker yang lucu yang membuat Line booming dimanfaatkan sang pengembangnya, NHN Japan, untuk berjualan sticker.

Line tak sekadar menawarkan instant messaging, karena pada kenyataannya pengguna bisa menelpon sesama anggota Line dengan berbasis VoiP (Voice Internet Protocol).

Ini yang sedikit membedakan Line dengan layanan sejenis, pengguna bisa melakukan switch ke PC.

Fitur lain yang mungkin dianggap penting adalah, pengguna Line bisa mengetahui apakah pesannya sudah dibaca atau belum.

Timeline adalah fitur lain yang ditawarkan oleh pengguna Line. Pengguna bisa menuliskan segala aktivitasnya layaknya di Facebook.

Karena lintas platform, bermain game yang sudah dibuat pun bisa dilakukan oleh pengguna Line secara bersamaan.

Tentu saja pengguna bisa saling membalas dengan sticker yang unyu-unyu.

Kelebihan: Tak hanya sekedar bertukar pesan tertulis. Pengguna pun bisa berbagi sticker dengan karakter yang tak biasa. Termasuk saat beralih ke PC.

Kekurangan: Walaupun pada dasarnya Line tidak berbasis nomor telepon. Pengguna bisa dengan mudah meng-add akun Line, tanpa perlu di-approve.

Bagi sebagian orang, tahu-tahu nongol akun yang tidak dikenal atau tidak diinginkan mungkin menganggu. Walau setelah itu bisa diblok.

Platform: iOS, Android dan BlackBerry

Baca selanjutnya…

Tablet Android Ice Cream Sandwich yang ‘Menggigit’

Seperti smartphone, saat ini tablet juga sudah memiliki pengguna yang tidak sedikit. Sejak kedatangan iPad, tak bisa dipungkiri kalau nama tablet juga turut melambung.
Android yang awalnya dioptimalisasi untuk smartphone, belakangan juga kian populer untuk urusan tablet layar sentuh.
Paling baru, Android versi 4.0 alias Ice Cream Sandwich (ICS) malah bisa berjalan di smartphone dan tablet.
Memang, tablet Android lumayan membanjir lantaran diusung ‘keroyokan’ oleh banyak vendor. Beberapa punya pendapatnya sendiri soal mana yang terbaik, termasuk situs IB Times yang merekomendasikan 5 tablet Android ICS ini.

Asus Eee Pad Transformer Prime


Ini merupakan satu dari tablet terbaik yang menggunakan Android, baik dari sisi desain maupun spesifikasi. Tablet ini menggunakan layar 10.4 inch, dengan panjang 7.1 inch dan lebar 1.3 inch plus kepadatan resolusi 1280×800.
Tablet Asus Eee Pad Transformer Prime juga termasuk yang pertama mengadopsi prosesor Nvidia Tegra 3 dengan quad core. Tak heran, versi ini merupakan tablet yang tercepat di kelasnya.
Sistem operasi di perangkat ini memang masih Honeycomb, namun pihak Asus menjanjikan pengguna tablet tersebut akan segera mendapatkan update ke Android Ice Cream Sandwich.
Salah satu kelebihan lainnya, tablet ini juga bisa berubah fungsi menjadi laptop, karena memang dipasangkan dengan docking keyboard fisik untuk mengetik.
Harganya sendiri sekitar USD 799 atau sekitar Rp 7,5 juta dengan model 32 GB dan USD 899 (Rp 8,7 juta) bagi yang ingin memiliki memori 64 Gb.

Samsung Galaxy Tab 2 7.0


Nama besar Samsung, spesifikasi mumpuni dan harga yang relatif terjangkau, menjadi tiga alasan mengapa Galaxy Tab 2 7.0 ini layak dimiliki untuk penggemar Android.
Merupakan suksesor dari versi sebelumnya, Galaxy Tab 2 7.0 mengusung layar 7 inch dengan kedalaman resolusi 1024×600 pixel. Prosesornya juga lumayan, yakni core TI OMP 1GH.
Soal harga juga demikian, di Amerika Serikat tablet ini dibanderol dengan harga sekitar USD 250. Di Indonesia, Samsung menjualnya sekitar Rp 3,9 juta.  Baca selanjutnya…